Zaiber Scout Bersama Satuan Drumband Laksita Kusuma Nada Kenalkan Wisata Sedudo di Jalan Malioboro

MTsN 7 Nganjuk – Keberhasilan Satuan Drumband Laksita Kusuma Nada  MTsN 7 Nganjuk makin   komplet  karena  sehari sebelumnya mereka juga menjadi juara harapan I street parade di Jalan Malioboro  Jogjakarta. Perpaduan musik dan tarian  dari tim maskot Zaiber Scout MTsN 7 Nganjuk dengan konsep prosesi siraman sedudo menjadi salah satu kuncinya. Farida,   salah   satu   pembina mengatakan, barisan awal tim maskot dari Zaiber Scout MTsN 7 Nganjuk  diisi oleh karnival yang menggambarkan putri sedudo. Kemudian di belakangnya terdapat sejumlah penari, pasukan putri berambut panjang dan prajurit. Adapula miniatur Air Terjun Sedudo yang ikut ditampilkan dalam barisan. “Total ada 30 siswa yang tergabung dalam tim mascot Zaiber Scout. Sengaja kita pilih prosesi siraman sedudo agar Nganjuk lebih dikenal,” bebernya. Triyoga, siswa kelas IX­B mengaku senang bisa  ikut  tampil dalam Kejuaraan Nasional Terbuka Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X tahun 2018. Meski sempat gugup karena dilihat banyak orang, namun Triyoga mampu mengatasinya dengan baik dengan bermodalkan doa dan usaha. “Senang dan nggak nyangka drumband kita bisa tampil di tingkat nasional,” ungkapnya.

Sementara Ines, siswa kelas IX­A juga ikut membagikan kisahnya saat mengikuti lomba. Menurutnya, pengalaman paling berkesan yaitu justru pada saat tim Drumband Laksita Kusuma Nada MTsN 7 Nganjuk tampil di GOR Amongrogo Yogyakarta. “Karena itu yang lihat banyak. Ada turisnya juga. Ditambah jurinya ada yang dari Indonesia, Malaysia dan Thailand” pungkasnya. (Fays)


Comments are closed.